Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Pengertian Sumber Daya Alam dan Klasifikasinya

I. Pengertian Sumber Daya Alam


Sumber daya alam (SDA) adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu negara dalam memanfaatkan sumber daya alam. SDM yang berkualitas dalam memanfaatkan SDA akan memungkinkan terciptanya tenaga kerja yang berkualitas, bekembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemajuan di bidang ekonomi.

II. Penggolongan Sumber Daya Alam


Berdasarkan bagian atau bentuk yang dapat dimanfaatkan, sumber daya alam diklasifikasikan menjadi lima jenis, yaitu sumber daya alam materi, sumber daya alam hayati, sumber daya alam energi, sumber daya alam ruang, dan sumber daya alam waktu. Sedang berdasarkan pembentukannya, sumber daya alam dapat diklasifikasikan menjadi:

Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui (Renewable Resource) Adalah jenis sumber daya alam yang tidak bisa habis kerena terus mengalami proses pembaharuan dalam kurun waktu yang cukup singkat. Proses pembaharuan ini bisa terjadi melalui dua jalan, yaitu secara reproduksi atau dengan adanya siklus. Pembaharuan secara reproduksi terjadi pada sumber daya alam hayati, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan dapat mengalami perkembangbiakan melalui proses reproduksi sehingga jumlahnya bisa terus bertambah. Sedangkan pembaharuan secara siklus terjadi pada sumber daya alam non-organik yang terus mengalami pembaharuan melalui mekanisme alam dan melingkar membentuk suatu siklus.

Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui Sumber daya alam jenis ini jumlahnya relatif statis karena proses pembentukan kembali sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui biasanya akan memakan waktu sampai ribuan bahkan jutaan tahun. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui antara lain bahan-bahan logam, minyak bumi, batubara, gas alam, dan sumber daya alam fosil lainnya.

Berdasarkan cara terbentuknya, sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (bahan tambang) dapat dibedakan menjadi:

  • Bahan tambang magmatik, yaitu bahan tambang yang terbentuk dari magma.
  • Bahan tambang pematit, yaitu bahan tambang yang terbentuk di dalam diatrema dan dalam bentukan instrusi. 
  • Bahan tambang endapan, adalah bahan galian yang terbentuk akibat adanya proses pengendapan.
  • Bahan tambang hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan tambang yang terbentuk karena terkonsentrasinya mineral dari batuanyang melapuk.
  • Bahan tambang hasil metamorfosis kontak, yaitu bahan tambang yang terbentuk karena tercampurnya magma dengan batuan lain sehingga terbentuk mineral baru.
  • Bahan tambang hidrtermal, yaitu resapan magma cair yang membeku di celah-celah struktur lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relatif rendah (dibawah 500oC).
Sedangkan menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 1967 tentang pertambangan, bahan galian dibedakan menjadi:

  • Golongan A, atau bahan tambang strategis. Adalah bahan tambang yang hanya boleh dimiliki oleh pemerintah. Contohnya antara lain: batubara, minyak bumi, alumunium, timah putih, besi, dll.
  • Golongan B, atau bahan tambang vital. Adalah bahan tambang yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak. Contohnya antara lain: emas, perak, magnesium, seng, wolfram, batu permata, seng, dll.
  • Golongan C, yaitu bahan tambang yang tidak termasuk ke dalam golongan A maupun B. Contohnya adalah bahan-bahan industri.

III. Kerusakan Sumber Daya Alam


Selain persebarannya yang tidak merata, keberadaan beberapa jenis sumber daya alam dipermukaan bumi jumlahnya juga sangat terbatas. Ketersediaan sumber daya alam di bumi juga semakin terancam seiring dengan pertambahan populasi manusia.Kerusakan sumber daya alam karena ulah manusia umumnya diakibatkan karena pengelolaan yang tidak tepat dan tanpa perhitungan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kerusakan sumber daya alam di dunia:

  1. Pertanian dan Perikanan. Pengelolaan pertanian dan perikanan yang tidak tepat dan tanpa mengindahkan kelestarian alam akan sangat mengganggu kelestarian sumber daya alam. Pertanian dengan sistem ladang berpindah serta penggunaan alat-alat berbahaya dalam penangkapan ikan adalah salah satu faktor yang dapat mengancam kelangsungan sumber daya alam.
  2. Teknologi dan Industri. Perkembangan teknologi dan industri, selain membawa banyak manfaat, juga dapat mengancam kelangsungan sumber daya alam di bumi. Penggunaan bahan bakan fosil yang dapat mencemari lingkungan adalah salah satu efek buruk perkembangan teknologi dan industri. Pencemaran lingkungan sendiri dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu pencamaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, serta pencemaran suara.
  3. Bencana Alam. Selain disebabkan karena ulah manusia, kerusakan sumber daya alam juga dapat disebabkan karena bencana alam.

Minggu, 23 September 2012

Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Makhluk hidup di bumi hidup di sebuah sistem bernama biosfer. Biosfer dapat diartikan sebagai seluruh tempat di bumi yang mendukung keberadaan makhluk hidup. Jika diperhatikan, makhluk hidup di bumi tersebar dengan tidak merata. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor diantaranya adalah kondisi iklim (klimatik), keadaan tanah (edafik), pengaruh makhluk hidup (biotik), dan pengaruh tinggi rendahnya suatu tempat di bumi yang mempengaruhi intensitas sinar matahari.

Persebaran Flora Di Dunia

Bioma tumbuhan di dunia pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan letak garis lintang, ketinggian tempat, dan karakteristik tumbuhannya. Tiga macam bioma tersebut antara lain; bioma hutan, padang rumput, dan gurun. Ketiga bioma tersebut masih dibedakan lagi menjadi beberapa jenis lagi seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.
  • Hutan Hujan Tropis. Merupakan jenis hutan yang terdapat di sekitar khatulistiwa, yaitu pada rentang 0o-10o garis lintang. Hutan hujan tropis umumnya memiliki curah hujan yang sangat tinggi yaitu antara 1000-2000 mm dan suhu rata-rata antara 20oC-30oC. Salah satu ciri khas dari hutan hujan tropis ini adalah floranya yang homogen dengan pohon-pohon yang tinggi dan berdaun lebat sehingga hutan menjadi gelap. Daerah persebaran hutan jenis ini antara lain ada di sebagian Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik (Oceania), Amerika tengah, Amerika Selatan, Sebagian Afrika, dan Kepulauan Madagaskar.

  • Hutan Gugur. Merupakan bioma yang terdapat di daerah yang beriklim sedang yaitu antara 30o-40ogaris lintang. Hutan gugur mempunyai curah hujan antara 750-1000 mm per tahun dan suhu rata-rata bulanan antara - 2oC-18oC. Salah satu ciri khas dari hutan jenis ini adalah aganya pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada saat menjelang musim dingin atau musim panas untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

  • Hutan Taiga. Adalah hutan yang didominasi oleh spesies pohon berdaun jarum seperti pinus, konifer, dan sejenisnya. Taiga adalah jenis hutan hamogen yang hanya terdiri dari satu spesies tumbuhan saja. Jenis hutan ini banyak ditemukan di daerah belahan bumi utara yang beriklim dingin yang mengalami musim dingin lebih panjang daripada musim panas.

  • Padang Rumput. Bioma jenis ini terdapat di daerah yang memiliki curah hujan yang sangat rendah, yaitu antara 200-500 mm per tahun. Di beberapa tempat, daerah padang rumput memang mendapatkan curah hujan yang cukup tinggi yaitu hingga 1000mm, namun dengan frekuensi yang tidak teratur. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan pepohonan sulit tumbuh di daerah seperti ini, yang ada hanyalah rerumputan yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan seperti ini. Terdapat dua jenis padang rumput yang kita kenal, yaitu sabana dan stepa. Sabana adalah padang rumput yang diselingi oleh beberapa pepohonan, sedangkan stepa adalah padang rumput yang sangat luas yang kadang diselungi oleh semak-semak.

  • Gurun Pasir. Adalah daerah yang menerima curah hujan yang sangat sedikit, yaitu kurang dari 250 mm per tahun. Daerah ini memiliki suhu yang sangat terik dengan penguapan yang sangat tinggi sehingga jarang terdapat tumbuhan yang bisa hidup di tempat ini. Tumbuhan-tumbuhan yang ada biasanya mempunyai akar yang sangat panjang dan berdaun kecil seperti duri untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ekstrim. Daerah gurun juga mempunyai amplitudo suhu harian yang sangat besar, suhu di malam hari dapat mencapai 10o C sedangkan pada siang hari dapat mencapai 40o C.

  • Tundra. Adalah daerah yang mempunyai suhu udara yang sangat rendah yaitu kurang dari 0o C sehingga jarang terdapat tumbuhan di tempat ini. Tundra terdapat di daerah kutub yang sangat jarang mendapatkan sinar matahari secara langsung, sehingga matahari tidak akan terbit di tempat ini selama berbulan-bulan. Tumbuhan yang terdapat di daerah ini hanyalah lumut kerak dan beberapa tumbuhan musiman dengan masa pertumbuhan yang sangat pendek. 

Persebaran Fauna Di Dunia

Berdasarkan zona wilayah persebaran dan karakteristiknya, fauna-fauna di dunia dapat dibedakan menjadi beberapa tipe seperti Ethiopian, Oriental, Australis, Neotropikal, Neartik, Paleartik, dan Antartik.

persebaran fauna
  • Fauna Ethiopian. Wilayah persebaran fauna Ethiopian meliputi seluruh Benua Afrika, Kepulauan Madagaskar, dan Semenanjung Arabia. Hewan-hewan yang terdapat di wilayah ini antara lain; gorila, gajah afrika, zebra, singa, trenggiling, kuda nil, unta, dan lain-lain.
  • Fauna Oriental. Hewan-hewan yang terdapat di wilayah ini memiliki karakteristik yang cukup mirip dengan fauna tipe Ethiopian karena sama-sama terletak di wilayah tropis. Contoh fauna tipe oriental antara lain; gajah asia, badak, harimau, beruang, orang utan, rusa, serta beberapa jenis reptil dan ikan. Wilayah perbesaran fauna tipe oriental meliputi Asia Tenggara, Indonesia Barat, Asia Selatan, dan sebagian wilayah Asia Timur.
  • Fauna Australis. Wilayah persebarannya meliputi seluruh Benua Australia, Selandia Baru, Kepulauan-Kepulauan Pasifik (Oceania), dan wilayah Indonesia Timur. Beberapa jenis hewan yang termasuk dalam tipe Australis antara lain kanguru, burung cendrawasih, kakaktua, kiwi, koala, platipus, dan beberapa jenis hewan berkantung (marsupial).
  • Fauna Neotropikal. Meliputi wilayah beriklim tropis dan sedang di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Fauna di wilayah neotropik terkenal akan jenis-jenis hewan vertebratanya yang sangat beragam seperti lama (sejenis unta), banteng, kukang, beberapa jenis kelelawar, jaguar, beberapa jenis reptil, burung, dan ikan endemik seperti piranha.
  • Fauna Neartik. Meliputi wilayah Amerika Utara dan Greenland yang sebagian besar beriklim sedang hingga dingin. Beberapa jenis fauna yang hidup di zona ini antara lain bison, kalkun liar, antelop, kambing gunung, tupai, salamander, rakun, dan sebagainya.
  • Fauna Paleartik. Meliputi wilayah Eropa, Eurasia, Himalaya, Afganistan, dan Persia. Contoh fauna yang terdapat di wilayah paleartik antara lain kuda, rusa, landak, serigala, beruang, ikan tuna, dan sebagainya.
  • Fauna Antartik. Sesuai namanya, zona antartik meliputi seluruh wilayah Antartika (Kutub Selatan) yang beriklim dingin. Beberapa contoh hewan yang terdapat di wilayah ini antara lain pinguin, beberapa jenis ikan, rusa kutub, anjing laut, dan lain-lain.

Kamis, 12 April 2012

Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen merupakan tenaga geologi yang memotong (cut) daerah yang tinggi dan mengisi (fill) daerah yang rendah. Sehingga tenaga eksogen mempunyai sifat yang merusak bentuk kulit bumi. Faktor-faktor yang berperan sebagai penyebeb tenaga eksogen antara lain air, angin, makhluk hidup, matahari, dan es. Tenaga eksogen tersebut diantaranya menyebabkan adanya pelapukan (weathering), pengikisan (erosi), pencucian tanah (masswasting), dan pengendapan (sedimentasi).


1. Pelapukan (Weathering)

Pelapukan adalah peristiwa penghancuran atau perusakan dan pelepasan partikel-partikel batuan. Perusakan ini dimulai dari lapisan paling luar. Macam-macam pelapukan antara lain:

  1. Pelapukan mekanik (fisik), merupakan pelapukan yang disebabkan karena faktor-faktor fisik dari alam, seperti pelapukan karena air, perubahan suhu, dan angin.
  2. Pelapukan organis (biologis), adalah pelapukan yang disebabkan oleh aktifitas makhluk hidup pada batuan. Makhluk hidup yang dapat menyebabkan terjadinya pelapukan organis ini antara lain lumut, akar pohon yang menghujam batuan, binatang yang membuat sarang pada batuan, dan aktifitas manusia.
  3. Pelapukan kimiawi, merupakan pelapukan batuan yang disebabkan karena reaksi kimiawi. Contoh dari pelapukan kimiawi adalah pelapukan batuan yang diakibatkan oleh hujan asam.

Dilihat dari batuan/daerahnya, kecepatan pelapukan batuan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya:

a. Tingkat kakuatan dan kekompakan batuan.
b. Unsur kimia yang terkandung dalam batuan.
c. Topografi atau kemiringan lereng.
d. Keadaan vegetasi atau organisme.

2. Pengikisan (Erosi)

Erosi adalah peristiwa pengikisan tanah yang disebabkan oleh air, angin, dan es. Erosi dapat diakibatkan oleh faktor-faktor alami maupun oleh aktifitas manusia. Penyebab alami eroi antara lain kemiringan lereng, hujan, dan ketidakmampuan tanaman dan tanah untuk menyerap air. Sedangkan aktivitas manusia yang dapat menyebabkan erosi antara lain penggundulan hutan dan aktivitas pertambangan.

Erosi dapat menyebabkan beberapa efek negatif seperti menurunnya kemampuan tanah untuk menyerap air (infiltrasi) karena menipisnya lapisan tanah bagian atas. Penurunan kemampuan tanah untuk menyerap air ini dapat menyebabkan banjir di sungai.

3. Pencucian Tanah (Masswasting)

Pencucian tanah/masswasting adalah perpindahan massa batuan secara besar-besaran ke bawah lereng yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi. Dalam prosesnya, masswasting dibantu oleh air meskipun dalam hal ini air tidak berfungsi sebagai alat pengangkut. Menurut tempatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi masswasting hampir sama dengan faktor-faktor yang mempengaruhi erosi. Masswasting dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

a. Slow flowage

Slow flowage adalah jenis masswasting yang gerakannya sangat lambat dan tidak dapat dilihat oleh mata, meskipun dapat diketahui gejala-gejalanya. Gejala-gejala masswasting antara lain daerahnya miring dan terdapat pepohonan yang batangnya bengkok ke atas. Peristiwa masswasting jenis ini dikenal dengan istilah rayapan massa (creep), jika material yang merayap hanya berwujud tanah maka rayapan tersebut dinamakan rayapan tanah (soil creep).

b. Rapid flowage

Rapid flowage adalah gerakan massa batuan yang cepat. Macam-macam rapid flowage antara lain sebagai berikut:

  1. Earth flow, terjadi jika gerakan tanah tersebut jenuh dengan air pada lereng yang landai.
  2. Mud flow, yaitu berupa gerakan aliran lumpur yang kandungan airnya lebih banyak daripada earth flow dan gerakannya  juga lebih cepat. Contoh dari earth flow adalah lahar dingin.
  3. Debris avalans, terjadi jika massa tanah atau puing-puing batuan itu meluncur di dalam lereng yang curam dan sempit.
c. Landslide

Lanslide atau tanah longsor adalah runtuhnya massa batuan ke bawah lerang. Jenis-jenis tanah longsor antara lain:

  1. Rock slide, terjadi jika peristiwa longsor itu berupa blok-blok batuan.
  2. Rock fall, yaitu runtuhnya massa batuan yang berupa blok-blok batuan.
  3. Debris fall, yaitu runtuhnya massa batuan yang berupa hancuran batuan.
  4. Slumping, yaitu tanah longsor yang gerakannya terputus-putus dengan jarak yang pendek dan biasanya terjadi di daerah tektonik muda dengan relief vulkanik.
d. Subsidence

Amblasan/subsidence adalah perpindahan lapisan tanah secara vertikal. Peristiwa ini banyak terjadi di daerah gua-gua kapur atau atap gua bekas galian pertambangan.

4. Pengendapan (Sedimentasi)

Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh air, angin, maupun cairan gletser. Sedimentasi dapat dikelompokkan berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya dan tempat pengendapannya, yaitu sebagai berikut:

a. Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya.

  1. Sedimen aquatis, yaitu pengendapan yang diangkut oleh air.
  2. Sedimentasi aeris, yaitu pengendapan yang diangkut oleh angin.
  3. Sedimen marine, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air laut.
  4. Sedimen glasial, yaitu pengendapan yang diangkut oleh gletser.

b. Berdasarkan tempat pengendapannya.

  1. Sedimen fluvial, diendapkan oleh sungai.
  2. Sedimen terestis, diendapkan di darat.
  3. Sedimen limnis, diendapkan di danau atau rawa.
  4. Sedimen glasial, diendapkan di daerah es.

Sumber 1: wikipedia

Selasa, 28 Februari 2012

Pengertian Lingkungan Hidup

lingkungan hidup, alamMakhluk hidup dan lingkungannya adalah dua hal yang tak terpisahkan dan saling membutuhkan. Hamparan samudera, bukit, pegunungan, sungai, danau, semuanya merupakan bagian dari lingkungan alam. Lingkungan alam sendiri merupakan salah satu bagian dari lingkungan hidup. Lingkungan hidup mencakup seluruh lingkungan alam seperti lingkungan fisik, biologi, dan sosial. Itulah mengapa pengertian lingkungan hidup lebih luas daripada lingkungan alam.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian lingkungan hidup yang dipaparkan oleh beberapa ahli.
  1. MUNAJAT DANUSAPUTRA: Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
  2. EMIL SALIM: Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
  3. JONNY PURBA: Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.
  4. SRI HAYATI: Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup. Termasuk di dalamnya adalah manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Lingkungan Hidup Menurut UU No. 32 Tahun 2009

Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 1997 Pasal 1 yang kemudian disempurnakan oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, keduanya mendefinisikan pengertian lingkungan hidup sebagai berikut:

"Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain."

Selanjutnya dalam UU No. 32 Tahun 2009, pengertian lingkungan hidup diperjelas lagi dengan pasal tentang pengendalian lingkungan hidup sebagai berikut:

"Pengedalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dilaksanakan dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup. Pengedalian pecemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup ini terdiri dari 3 hal yaitu : pencegahan,penanggulangan dan pemulihan lingkungan hidup dengan menerapkan berbagai instrument-instrument yaitu : Kajian lingkungan hidup straegis (KLHS); Tata ruang; Baku mutu lingkungan hidup; Kreteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup; Amdal; UKL-UPL; perizinan; instrument ekonomi lingkungan hidup; peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup; anggaran berbasis lingkungan hidup; Analisis resiko lingkungan hidup; audit lingkungan hidup, dan instrument lain sesuai dnagan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengetahuan."

Lingkungan hidup sebagaimana yang disebutkan oleh undang-undang di atas merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan alam hayati maupun non hayati yang kesemua komponen-komponen di dalamnya tersebut memiliki pengaruh bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Manusia sebagai bagian dari lingkungan hidup haruslah memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup tersebut bukan malah merusaknya karena bagaimanapun juga kehidupan manusia sangat bergantung dengan alam. Jika manusia merusak alam, maka manusia sendirilah yang akan menerima akibatnya.

Contohnya jika manusia menebang hutan secara berlebihan untuk membuka lahan pertanian maupun untuk membangun perumahan. Pohon-pohon di hutan yang selama ini merupakan daerah resapan daerah penyimpan cadangan air akan hilang. Akibatnya ketika musim hujan air tidak akan ada yang menahan lagi sehingga terjadilah banjir yang akan memakan banyak korban jiwa maupun harta. Selain itu, air akan semakin sulit didapatkan saat musim kemarau, hewan-hewan akan mati, dan berbagai kerugian lain yang akan merugikan manusia.

Bagaimanapun juga, lingkungan hidup adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh makhluk ciptaannya agar dimanfaatkan secara bijak. Pemanfaatan lingkungan hidup dalam rangka memenuhi kebutuhan makhluk hidup itu sendiri termasuk manusia haruslah dilakukan dengan sebuah tanggungjawab penuh agar kelangsungan dan kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga.

Minggu, 26 Februari 2012

Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat melimpah, sekitar 10% spesies tanaman yang ada di seluruh dunia, 12% dari seluruh spesies mamalia dunia, dan 17% dari seluruh spesies burung yang ada di seluruh dunia hidup di kepulauan-kepulauan Indonesia. Kekayaan hayati yang sangat melimpah ini menyebabkan Indonesia menjadi satu dari tujuh negara Mega Biodiversity yang memiliki hutan hujan tropis terbesar di dunia setelah Brasil dan Zaire. Sejumlah spesies flora dan fauna di Indonesia bersifat endemik, artinya spesies tersebut hanya ditemukan di daerah indonesia dan tidak ditemukan di wilayah lain.



Seorang ilmuwan berkebangsaan inggris Alfred Russel Walace pernah melakukan penelitian mengenai persebaran flora dan fauna di Indonesia pada tahun 1854-1862, dari hasil penelitian Walace tersebut disimpulkan bahwa tipe flora dan fauna di Indonesia bagian barat berbeda dengan tipe flora dan fauna di Indonesia bagian timur. Hewan dan tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia bagian barat yang dimulai dari Selat Lombok di bagian selatan dan Selat Makasar sebagai batas bagian utara memiliki banyak kemiripan dengan flora dan fauna dari Asia. Garis batas yang ditarik antara Lombok dan Makasar inilah yang disebut dengan garis Wallace.

Selain Wallace, seorang ilmuwan lain berkebangsaan Jerman bernama Max Weber menetapkan batas persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia bagian timur yang memiliki banyak kemiripan dengan flora dan fauna dari Australia. Weber menarik garis antara Kepulauan Nusa Tenggara dan Halmahera sebagai garis batas flora dan fauna tipe Australia. Garis ini disebut sebagai garis Weber. Sementara itu diantara garis Wallace dan Weber yaitu wilayah diantara Paparan Sunda dan Paparan Sahul disebut sebagai zona peralihan.

garis wallace dan weber









Garis wallace membatasi flora dan fauna bertipe oriental dengan peralihan.
Garis Weber membatasi flora dan fauna tipe australia dengan peralihan.


Jenis dan Persebaran Flora di Indonesia

Secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi sehingga menyebabkan tanahnya menjadi subur dan kaya akan flora.

Berdasarkan jenis-jenisnya flora di Indonesia dapat dibagi menjadi:

  1. Hutan hujan tropis. Merupakan hutan rimba yang lebat. Jenis hutan ini terdapat di daerah tropis atau daerah yang memiliki curah hujan yang merata sepanjang tahu. Hutan hujan tropis juga disebut sebagai hutan heterogen karena terdiri dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Jenis hutan ini tersebar di wilayah Indonesia baik Indonesia barat, Tengah, Maupun Timur karena indonesia merupakan negara tropis yang berada di bawah garis khatulistiwa.
  2. Hutan musim. Disebut juga dengan hutan homogen. Hutan ini terdiri dari satu jenis tumbuhan saja seperti hutan jati, hutan cemara, dan hutan pinus. Hutan jenis ini banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian tengah.
  3. Stepa (padang rumput). Padang rumput (stepa) adalah lahan yang hanya ditumbuhi oleh rumput-rumput tanpa terdapat pohon lainnya. Kawasan ini umumnya digunakan sebagai daerah peternakan. Stepa terdapat di daerah yang memiliki musim kemarau yang panjang atau curah hujan yang sedikit. Di Indonesia stepa banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
  4. Sabana. Sabana merupakan padang rumput (stepa) yang luas dan diselingi oleh pohon atau semak di sekitarnya. Sama seperti stepa, sabana juga terdapat di daerah yang memiliki curah hujang yang sedikit seperti di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
  5. Padang lumut. Padang lumut banyak terdapat di wilayah yang memiliki cuaca dingin sperti di puncak-puncak gunung. Di Indonesia, padang lumut terdapat di puncak Jaya Wijaya, Papua.

Persebaran Fauna di Indonesia

Mengenai persebaran fauna di Indonesia, sebenarnya sudah sedikit saya singgung disini. Namun agar lebih lengkap, akan sedikit saya uraikan lagi di artikel ini.
  1. Fauna Indonesia Barat (oriental). Bagian barat Indonesia yang merupakan wilayah Paparan Sunda memiliki tipe fauna Asia (oriental) yang sangat kaya akan berbagai jenis mamalia berukuran besar dan kera. Di Sumatera terdapat gajah, tapir, siamang, dan orang utan. Di Jawa terdapat badak bercula satu, harimau, dan banteng. Di Kalimantan terdapat macan tutul, badak bercula dua, orang utan, dan beruang.
  2. Fauna Indonesia Tengah (peralihan). Indonesia bagian tengah merupakan daerah peralihan antara kawasan oriental dengan kawasan Australia. jarak garis Wallace yang merupakan batas antara wilayah Oriental dengan Wilayah peralihan dari Bali hingga Lombok jaraknya hanya sekitar 25 KM. Namun, perbedaan faunanya sungguh amat mencolok. Bali memiliki berbagai macam satwa dari Asia seperti bajing dan harimau, akan tetapi kedua satwa ini tidak menyebar lebih jauh lagi ke timur. Sementara itu Lombok memiliki satwa seperti beruang pemakan madu yang berasal dari Australia namun hewan ini tidak bisa ditemukan di kawasan oriental seperti bali.
    Kawasan Indonesia bagian tengah sendiri memiliki beberapa satwa yang khas seperti komodo, tapir, anoa, dan babirusa.
  3. Fauna Indonesia Timur (Australia). Di wilayah Indonesia bagian timur terdapat berbagai jenis fauna yang memiliki banyak kemiripan dengan fauna dari Australia seperti hewan berkantung seperti wallabi dan kangguru pohon serta terdapat juga beberapa jenis burung dengan warna mencolok seperti burung cendrawasih, nuri, dan parkit.

Senin, 23 Januari 2012

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat sering terkena bencana gempa bumi. Hal tersebut salah satunya dikarenakan oleh letak Indonesia yang berada pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng benua Asia, lempeng benua Australia, lempeng samudera Hindia, dan lempeng samudera Pasifik. Selain itu Indonesia terletak di kawasan yang disebut dengan pacifik ring of fire , daerah dimana lebih dari 90% aktifitas gempa bumi terjadi di kawasan ini.


ring of fire, pasifik, cincin api

Gambar di atas adalah peta daerah rawan gempa di seluruh dunia. Titik-titik berwarna merah pada peta menggambarkan jalur gunung api aktif atau yang biasa disebut ring of fire, sedangkan garis-garis berwarna kuning menggambarkan daerah lempeng tektonik yang bisa bergeser sewaktu-waktu. Dari gambar tersebut dapat kita lihat bahwa wilayah Indonesia (terutama daerah timur Sumatera, utara Jawa, dan Papua) berada pada jalur cincin api pasifik sekaligus daerah pertemuan beberap lempeng tektonik. Hal tersebutlah yang menyebebkan Indonesia menjadi salah satu negara paling rawan gempa bumi, sehingga kita harus terus waspada setiap saat.


Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran yang dirasakan di atas permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya gelombang seismik. Gempa bumi bersifat merusak dan tingkat kerusakannya tergantung pada kekuatan dan jarak dari sumber gempa. Sumber atau pusat gempa bumi disebut dengan hiposentrum, kekuatannya dinyatakan dalam skala richter yang diukur dengan alat bernama seismograf.

Klasifikasi Gempa Bumi Menurut Kedalaman Hiposentrum

A. Gempa Bumi Dalam

Gempa bumi dalam mempunyai hiposentrum yang letaknya berada pada kedalaman lebih dari 300 KM di bawah permukaan bumi. Karena letaknya hiposentrumnya yang dalam, gempa bumi jenis ini umumnya tidak terlalu berbahaya.

B. Gempa Bumi Menengah

Gempa bumi jenis ini mempunyai kedalaman hiposentrum antara 60 sampai 300 KM di bawah permukaan bumi. Gempa bumi menengah umumnya mempunyai dampak yang terasa dan menimbulkan kerusakan ringan. Gempa bumi tipe ini pernah terjadi di pulau sumatera bagian barat, pulau jawa bagian selatan, sepanjang teluk tomini, laut maluku, dan kep. Nusa Tenggara.

C. Gempa Bumi Dangkal

Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang letak hiposentrumnya kurang dari 60 KM di bawah permukaan bumi. Gempa bumi jenis ini dampaknya cukup berbahaya dan biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Klasifikasi Gempa Bumi Menurut Penyebabnya

A. Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh adanya peningkatan aktifitas gunung berapi. Getaran yang dirasakan saat gempa vulkanik diakibatkan oleh adanya pergerakan magma pada perut bumi sehingga menyebabkan getaran-getaran di sekitar gunung berapi tersebut.

B. Gempa Bumi Tektonik

Gempa tektonik adalah gempa bumi disebabkan oleh adanya pergerakan lempeng plat tektonik bumi. Gempa tektonik sebenarnya sangat sering terjadi karena lempeng-lempeng tektonik bumi yang terus-menerus bergerak, hanya saja getarannya kadang tidak dapat dirasakan karena kekuatannya yang kecil. Gempa tektonik umumnya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tektonik bumi karena di daerah ini sering terjadi tumbukan antara lempeng tektonik yang melepaskan energi yang besar sehingga dapat menyebabkan gempa bumi yang sangat merusak. Gempa tektonik bisa terjadi baik di darat maupun di laut. Jika terjadi di laut gempa jenis ini bisa saja menghasilkan gelombang tsunami yang sangat mematikan.

akibat gempa bumi

Selain gempa vulkanik dan tektonik, penyebab lain gempa bumi adalah akibat runtuhnya atap goa atau terowongan yang besar sehingga bisa menghasilkan getaran di permukaan tanah. Selain itu gempa bumi bisa juga diakibatkan oleh ulah manusia, misalnya karena ledakan bom yang mempunyai daya ledak tinggi.

Minggu, 15 Januari 2012

Jenis-jenis Tanah

tanah, humus
Tanah merupakan salah satu komponen kehidupan yang paling penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Tanah menyediakan berbagai macam sumber daya alam yang sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup makhluk hidup diatas bumi ini. Tidak dapat disangkal pula bahwa seluruh manusia hidup dan menggantungkan kehidupannya diatas tanah. Itulah mengapa kelestarian tanah sangat perlu untuk terus dijaga.


Pengertian Tanah

Tanah dapat didefinisikan sebagai lapisan teratas dari kulit bumi yang terbentuk oleh bahan organik maupun anorganik serta menjadi media untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman. Bahan organik yang menyusun tanah berasal dari jasad-jasad makhluk hidup yang telah mati. Sementara itu, bahan anorganik berasal dari benda-benda mati seperti batu-batuan yang telah melapuk, ataupun dari berbagai jenis bahan mineral.

Pelapukan yang terjadi pada batuan hingga menjadi tanah dapat dipengaruhi oleh berbagi faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan batuan tersebut antara lain:

1. Iklim

Pengaruh iklim dapat berupa suhu dan curah hujan di suatu daerah. Semakin tinggi suhu dan curah hujan di suatu tempat, maka pelapukan yang terjadi pada batuan akan semakin cepat .

2. Jenis batuan

Satu jenis batuan dengan batuan lain akan tidak sama proses pelapukannya.

3. Waktu

Umur terbentuknya suatu batuan akan sangat berpengaruh dalam terjadinya pelapukan.

Selain karena faktor-faktor diatas, jenis-jenis pelapukan pada berbagai jenis batuan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
  • Pelapukan biologis, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh aktifitas makhluk hidup pada sebuah batuan, lumut adalah salah satu contohnya. Lumut dapat mengeluarkan sebuah zat yang bersifat asam sehingga batuan yang ditumbuhi lumut akan semakin cepat mengalami pelapukan. Selain lumut, akar pohon-pohon besar yang menghujam batuan akan semakin mempercepat pelapukan karena akan memecah batuan yang dihujamnya.
  • Pelapukan fisika, yaitu pelapukan yang disebabkan faktor-faktor dari alam misalnya cuaca, suhu, sinar matahari, dan angin. Sebagai contohnya suhu yang sangat tinggi di siang hari akan membuat batuan menjati terpanaskan dan mengembang. Sementara itu di malam hari suhu udara menjadi sangat rendah sehingga batuan mengalami pengerutan. Karena batuan mengalami pengkerutan dan pengembangan secara bergantian, maka lama-lama batuan akan retak dan akan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  • Pelapukan kimia, yaitu pelapukan batuan yang disebabkan oleh pengaruh bahan kimia. Salah satu contoh pelapukan kimia adalah yang disebabkan oleh hujan asam.
Jenis-jenis Tanah

1. Tanah Laterit

Tanah laterit merupakan jenis tanah yang memiliki sedikit sekali unsur hara sehingga kurang subur. Pada awalnya tanah ini kaya akan unsur hara, namun karena tererosi oleh air, tanah ini menjadi tandus dan sulit untuk ditanami. Tanah jenis ini biasanya berwarna merah atau kekuning-kuningan dan banyak dijumpai di Gunung Kidul, Kalimantan Barat, dan Lampung. Tanah jenis laterit juga biasa digunakan sebagai salah satu bahan baku kerajinan gerabah.

2. Tanah Vulkanis

Sesuai dengan namanya, tanah ini terbentuk dari abu vulkanis yang telah mengalami pelapukan. Tanah jenis ini bersifat sangat subur, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Tanah vulkanis banyak terdapat disekitar gunung berapi di Pulau jawa, Bali, Lombok, dan Sumatera. Tanah jenis ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Regosol, tanah ini mempunyai karakteristik berbutir kasar, berwarna kelabu, dan mengandung sedikit sekali bahan organik. Tanah jenis ini sangat cocok untuk ditanami tanaman jenis palawija dan banyak terdapat di daerah Sumatera dan Jawa.
  • Latosol, memiliki warna merah dan kekuning-kuninagan, dan mempunyai kandungan unsur organik yang sedang. Tanah jenis ini banyak ditemui di Jawa, Lombok, dan Bali.
3. Tanah Organosol

Tanah jenis ini terbentuk dari bahan organik dan biasanya bersifat subur. Tanah organosol dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Gambut, tanah ini tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian karena sifatnya yang terlalu basah. Tanah gambut banyak ditemukan di daerah rawa-rawa seperti di Kalimantan Barat, Pantai timur Sumatera, dan Papua.
  • Humus, tanah ini sifatnya sangat subur karena berasal dari hasil pembusukan bahan-bahanorganik. Tanah ini banyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan banyak ditemukan di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
4. Tanah Aluvial

Tanah ini berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh aliran sungai lalu mengendap disepanjang aliran sungai. Kandungan unsur hara pada tanah aluvial tergantung pada unsur induk penyusunnya. Tanah ini banyak terdapat di daerah Jawa bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sumatera bagian timur.

5. Tanah Litosol

Tanah jenis ini bersifat agak keras karena terbentuk dari pelapukan batu yang belum sempurna. Tanah litosol kurang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian karena unsur haranya yang sangat rendah. Tanah jenis ini tersebar merata hampir diseluruh daerah Indonesia.

6. Tanah Kapur atau Mediteran

Tanah kapur berasal dari batu gamping yang telah melapuk. Pada umumnya jenis tanah ini kurang subur, namun sangat baik untuk ditanami pohon jati, palawija, dan lain-lain.

7. Tanah Mergel

Tanah mergel terbentuk karena proses penghancuran batu oleh air hujan yang tidak sempurna. Tanah ini terdiri atas batu kapur, pasir, dan tanah liat. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah Kediri, Madiun, dan Nusa Tenggara Barat. Jenis tanah mergel sangat cocok untuk ditanami pohon jati.

Rabu, 04 Januari 2012

Lapisan Atmosfer Bumi

A. Pengertian Atmosfer


Atmosfer adalah sebuah lapisan udara yang menyelimuti planet bumi yang berfungsi untuk melindungi dari bahaya luar angkasa seperti meteor atau radiasi matahari.
Komposisi atmosfer bumi terdiri dari berbagai macam gas, diantaranya adalah gas nitrogen sebesar 78%, oksigen 21%, dan sisanya adalah gas lain seperti karbon dioksida, kripton, argon, neon, dll.

B. Bagian-bagian Atmosfer


Lapisan atmosfer bumi terdiri dari berbagai lapisan yang masing-masing mempunyai suhu dan ketebalan tertentu. Lapisan-lapisan tersebut antara lain:

1. Troposfer

Lapisan troposfer terletak di level yang paling bawah dan terdapat pada ketinggian 0-15 KM diatas permukaan tanah. Di dalam lapisan inilah berbagai fenomena seperti cuaca, perubahan suhu, tekanan udara, dan kelembaban udara berlangsung.

2. Stratosfer

Stratosfer terletak pada ketinggian antara 15-40 KM diatas permukaan bumi. Pada ketinggian 35 KM terdapat lapisan ozone yang berguna untuk membatasi sinar ultra violet yang masuk ke bumi. Di lapisan ini pulalah tempat terbangnya pesawat.

3. Mesosfer

Lapisan ini terdapat pada ketinggian antara 40-80 KM di atas permukaan bumi dan memiliki temperatur kurang dari -50oC.

4. Ionosfer

Lapisan ionosfer adalah lapisan pelindung bumi dari serangan meteor dari luar angkasa, meteor yang ditarik oleh gaya gravitasi bumi akan terbakar pada lapisan ini, meskipun tidak sampai terbakar habis. Di lapisan ini pula lah fenomena aurora berlangsung.

5. Eksosfer

Merupakan lapisan terluar dari atmosfer yang terdapat pada ketinggian sekitar 800-1000 KM diatas permukaan bumi.

C. Pemanfaatan Atmosfer


Selain memiliki fungsi sebagai pelindung bumi dari berbagai macam bahaya yang datang dari luar angkasa. Atmosfer juga memiliki beberapa kegunaaan lain diantaranya adalah untuk mengirimkan gelombang radio, meramalkan cuaca yang nantinya akan sangat berguna bagi keperluan pertanian dan transportasi, dan untuk melakukan rekayasa-rekayasa seperti hujan buatan.